Rabu, 26 Februari 2014
Pengertian Islam Secara Bahasa
Dalam bahasa Arab agama dikenal dengan sebutan ‘din’ dan ‘millah’. Kedua istilah ini bisa ditemukan dalam al-Qur’an maupun Sunnah Nabi. Penggunaan istilah ‘din’ lebih populer dari pada ‘millah’. Kata ‘din’ sendiri dalam bahasa Arab berasal dari kata ‘dana’
yang sebenarnya memiliki beberapa arti, diantaranya cara atau adat
istiadat, peraturan, undang-undang, taat atau patuh, pembalasan,
menunggalkan ketuhanan, perhitungan, hari kiamat, nasihat, dan agama
(Moenawar Chalil, 1970: 13). Din juga bisa berarti aqidah, syari’ah, dan
millah (Aflatun Mukhtar, 2001: 17).
Dari makna-makna tersebut, maka sebenarnya kata din-lah yang paling tepat untuk menyebut agama Islam, sehingga menjadi Din al-Islam.
Dalam al-Qur’an penggunaan kata din bisa dilihat misalnya dalam Surat
Ali ‘Imran (3): 19 dan 85, Surat al-Maidah (5): 3, dan masih banyak
lagi, sedang penggunaan kata millah yang juga berarti agama bisa dilihat
dalam Surat al-An’am (6): 161.
Sedangkan kata ‘Islam’ secara etimologis berasal dari akar kata kerja ‘salima’ yang berarti selamat, damai, dan sejahtera, lalu muncul kata ‘salam’ dan ‘salamah’. Dari ‘salima’ muncul kata ‘aslama’ yang artinya menyelamatkan, mendamaikan, dan mensejahterakan. Kata ‘aslama’
juga berarti menyerah, tunduk, atau patuh. Dari kata ‘salima’ juga
muncul beberapa kata turunan yang lain, di antaranya adalah kata ‘salam’ dan ‘salamah’ artinya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan penghormatan, ‘taslim’ artinya penyerahan, penerimaan, dan pengakuan, ‘silm’ artinya yang berdamai, damai, ‘salam’ artinya kedamaian, ketenteraman, dan hormat, ‘sullam’ artinya tangga, ‘istislam’ artinya ketundukan, penyerahan diri, serta ‘muslim’ dan ‘muslimah’ artinya orang yang beragama Islam laki-laki atau perempuan (Munawwir, 1997: 654-656).
Makna penyerahan terlihat dan terbukti pada alam semesta. Secara
langsung maupun tidak langsung alam semesta adalah islam, dalam arti
kata alam semesta menyerahkan diri kepada Sunnatullah atau ‘hukum alam’,
seperti matahari terbit dari timur dan terbenam di barat yang berlaku
sepanjang zaman karena dia menyerah (islam) kepada sunatullah yang telah
ditetapkan oleh Allah Swt. Ditegaskan dalam al-Quran Surat Ali ‘Imran
(3): 83.
Pengertian Islam Secara Istilah
Dengan demikian Islam mengandung pengertian serangkaian peraturan yang
didasarkan pada wahyu yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada para
nabi/rasul untuk ditaati dalam rangka memelihara keselamatan,
kesejahteraan, dan perdamaian bagi umat manusia yang termaktub dalam
kitab suci. Islam merupakan satu-satunya agama yang diturunkan oleh
Allah Swt. kepada manusia melalui para nabi/rasul-Nya mulai dari Nabi
Adam a.s. hingga Nabi Muhammadsaw.
Inti ajaran Islam yang dibawa oleh para nabi ini adalah satu, yaitu tauhid,
yakni mengesakan Allah atau menuhankan Allah yang Esa. Tidak ada satu
pun diantara para nabi Allah yang mengajarkan prinsip ketuhanan yang
bertentangan dengan tauhid.
Dalam perjalanannya ajaran Islam kemudian berubah-ubah di tangan para
pengikutnya sepeninggal nabi pembawanya. Umat Nabi Musa tidak lagi bisa
mempertahankan Islam yang diajarkan Nabi Musa, begitu juga umat Nabi Isa
tidak lagi mempertahankan Islam yang diajarkan Nabi Isa. Kedua agama
ini hingga sekarang masih dianut oleh sebagian besar umat manusia dengan
segala perubahan yang dilakukan oleh para penganutnya. Karena tidak
lagi mengajarkan prinsip tauhid, kedua agama itu tidak lagi bisa disebut
Islam. Melalui al-Quran, Allah memberikan nama khusus untuk kedua agama
tersebut, yakni Yahudi untuk agama yang dianut oleh para pengikut Nabi
Isa. Ajaran ketuhanan dalam keduaagama ini sudah jauh berubah dari
prinsip tauhid, dan sudah mengarah kepada syirik, yakni mengakui
keberadaan Tuhan di samping Allah.
Dari semua Islam yang ada tersebut, tinggal Islam yang dibawa Nabi
Muhammad saw. yang hingga sekarang masih tetap mempertahankan ajaran
tauhid dan semua ajaran lain yang secara rinci telah termaktub dalam
kitab suci al-Quran. Kitab al-Quran yang masih tetap autentik memberi
jaminan akan orisinalitas ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad
saw. hingga sekarang. Islam inilah yang merupakan agama terakhir yang
berlaku untuk semua umat manusia hingga akhir zaman.
Sebagai agama terakhir, Islam (din al-Islam) memiliki kedudukan yang istimewa dari agama samawi sebelumnya, yaitu:
Penyempurna dari agama samawiyah sebelum Nabi Muhammad saw. yang terbatas oleh ruang dan waktu serta pengikut tertentu.
Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. bersifat universal tanpa
terbatas oleh ruang dan waktu, untuk siapa saja, kapan saja dan di
manapun manusia berada. Dalam al-Quran ditegaskan dalam (QS. al-Ahzab
(33): 40), (QS. Saba’ (34): 28), (QS. al-Maidah (5): 3)
Dengan turunnya QS. al-Maidah (5): 3, selesailah tugas Nabi Muhammad
untuk menyatukan umat yang beragama Samawi secara keseluruhan di bawah
naungan Islam.
Islam mengontrol ajaran-ajaran pokok dari agama samawi yang ada sekarang ini.
Agama samawi yang masih ada hingga sekarang (Yahudi dan Nasrani) sudah
mengalami perubahan yang cukup berarti, terutama menyangkut konsep
ketuhanannya. Hal ini ditegaskan dalam QS. at-Taubah (9): 30. Ajaran
mereka dikontrol dalam Islam sesuai dengan (QS. al- Ikhlas [112]: 1-4).
(Bandingkan dengan QS. al-Anbiya [21]: 25 dan QS. al-Nahl [16]: 2).
Islam mengakui semua para nabi/rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad
tanpa membedakan satu sama lain karena ajarannya sama, yaitu tauhid.
Yang membedakan di antara mereka adalah dalam hal pelaksanaan hukum
(syariah). Terkait dengan ini Allah Swt. menegaskan dalam (QS.
Al-Baqarah [2]: 285).
Perbedaan syariah di antara mereka terlihat misalnya dalam hal shalat,
puasa, dan yang lainnya. Jika shalat yang diwajibkan sekarang adalah
shalat lima waktu sehari semalam, maka shalat yang diwajibkan untuk umat
sebelum Nabi Muhammad misalnya hanya dua kali sehari semalam. Dalam hal
puasa juga demikian, misalnya jika puasa yang diwajibkan kepada kita
sekarang selama sebulan, yakni puasa di bulan Ramadlan, maka tidak
demikian halnya puasa untuk umat-umat sebelum Muhammad, misalnya puasa
Nabi Daud dan umatnya sehari puasa sehari tidak sepanjang tahun.
Baca Juga: http://islamwiki.blogspot.com/2013/11/pengertian-islam-secara-bahasa-dan.html#ixzz2uQilR8Xl
islamwiki.blogspot.com - web tentang islam
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike
Follow us: @infomuslim99 on Twitter | islamwiki.blogspot on Facebook
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar